DUKAKU UTK LETTU (PNB) FEBI FITRIAN, B.Eng

Waktu itu tgl 13 Juni 2008 saat akan T-Off di hole 7, HP ku berdering.. Adiku telp, katanya ada yang mau bicara. Saat itu juga ada yang teriaakk..”PEnthoL (panggilan Febi buat aku), sombong, di Balikpapan kagak bilang-bilang!!” Wah, ternyata Febi ada di Balikpapan. Dia bilang, lagi membawa rombongan VIP Presiden dalam Latihan Gabungan TNI dengan pesawatnya CASA212-200. “Wah loe Bhol (Pebhol: panggilan utk Febi) yang ga kontek-kontek mau Landing di Balikpapan!!..oke, kalau gitu akan Kami (baca: Ikastara Balikpapan) arrange pertemuan dengan seluruh perwira AU Alumni Taruna Nusantara yang ikut Latgab. Tolong dikoordinasikan dengan lainnya, dan infokan jika ada waktu luang”.

Akhirnya setelah latgab dilaksanakan dengan sukses, pada Hari Senin tanggal 16 Juni 2008 kami mengadakan acara “Ngumpul Bareng Ikastara Balikpapan dengan Perwira TNI AU dalam Latgab TNI” di Cafe Kilang Mandiri. Sekitar jam 19.00 Wita, Pebhol telpon aku ” Ndi, pick up me at 20.00 yaah.. soalnya masih ada acara dengan Captain Pilot di Novotel”. “OK Bos..” Jawabku.

Setelah menjemput rombongan yang lain di Hotel dan mengantar mereka di Kilang Mandiri Cafe & Resto, Pebhol telp, “Ndi, udah siap neh..jemput yah!!. Segera aku meluncur ke Novotel. Sesampai di Novotel, kami bertemu dan langsung berjabat tangan dan berpelukan. Dengan senyum nya, gaya santainya, dan ngocolnya..kami menuju tempat berkumpul. Saya nyetir, dia duduk di samping depan.

Sesampai di Cafe, di kelihatan lagi Happy banget. Dia sedang menikmati statusnya sebagai AYAH MUDA. Baru saja dia memiliki Anak pertama yang usianya baru 2 bulan. Namanya Aishel Casamoura Fitrian. Dia tunjukin ke saya Foto-fotonya,, LUCU Banget anaknya,, sumpah!! Terus dia tunjukin Istri tercintanya. Dia pelabuhan hati ku yang terkhir Nthol!! Cinta banget gue ama dia katanya.

Disitu kami berkumpul bercengkerama. Kami berkumpul bernostalgia dengan Ray Kelly. Terus kami berfoto-foto. Disaat itulah abang-abang dan adik dengan sedikit bercanda bilang,” woi, kalau foto jangan Bertiga!!. Ntar yang tengah ada apa-apa lho!! hehehe” Pebhol pun menjawab” Iye, gue yang ditengah nih. Ga papa setannya ada di pinggir, ahahaha..”

Kemudian acara dengan perkenalan dengan angkatan lain, foto-foto bareng, dan juga moment kebersamaan kami ini dividiokan. Setelah itu kami membubarkan diri. Pebhol ngikut lagi di mobilku, mau maen ke rumahku dulu katanya. Akhirnya kami menuju rumah dan ngobrol ngalor ngidul, ketawa-ketiwi mengenag cerita SMA, nanyain siapa pacarku dan gimana kenalnya. Tak sadar sampai jam 24.00. Dia minta diantar pulang ke Hotel, karena besok harus ke Bandara lagi.

Tanggal 18 Juni 2008, jam 10an pagi, pebhol nelpon lagi, nanyain posisiku dimana, karena ngelihat mobilku di Bandara. Aku di kantor, mobil lg dipinjem. “ooo, ya udah” kata Pebhol. Jam 14.00, aku mengantar adikku ke Bandara karena harus terbang ke Jogja. Aku telp Pebhol, katanya dia masih di Bandara tapi ga bisa nemuin karena harus meeting utk penerbangan besoknya.

Tanggal 26 Juni 2008, aku mendapat SMS dari Adikku yang pilot AU juga, “Mas, udah denger ada pesawat jatuh ga?”. “Belum” Jawabku. “Itu pesawat Bang Febi!, coba lihat di Metro TV!”. Seperti petir mengelegar membaca berita itu. Langsung saya teringat foto anaknya yg 2 bulan, foto bahagianya dengan istri, ketawanya, ledekannya, cueknya dulu waktu SMA.. menetes air mataku. Ku SMS lagi adikku,”Hancur ga pesawatnya?” “Belum tahu mas, pesawat masih dicari. Fuel hanya utk 4 jam terbang, tapi sampai sekarang belum landing. Kita doakan biar tidak ada apa-apa.”

Inilah kedua kalinya teman-teman dekatku meninggal karena pesawat TNI AU. Dua-duanya adalah manusia pintar, baik, supel, pandai bergaul. Dulu Harchus karena pesawat Bronco, sekarang Febi karena CASA.

Tanggal 27, adikku sms, “mas, bangkai pesawat udah ditemkan di gunung salak, namun belum bisa dievakuasi.” “Hancur ga pesawatnya?” tanyaku penuh harapan agar Febi masih bisa diselamatkan. Adikku menjawab,”Hancur mas, puing mas..” Setelah sms ini aku berlinang air mata.

Selamat jalan kawanku, sahabatku, saudaraku… semoga kamu bahagia disana, disisi Allah SWT yang begitu mencintaimu. Allah mempunyai sebuah cerita hidup utk kamu sobat.. Walaupun agak berat dan marah sama TNI AU, DPR, dan pemerintah karena cueknya mereka terhadap Alutsista TNI AU, aku ihlas atas kepergianmu. Allah telah menulis skenario hebat untuk kamu.. Aku yakin Aishel akan meneruskan perjuanganmu, mewarisi otak briliantmu dan tabiat halus budimu.. Insya Allah aku akan menjaga Aishel sebisaku..

Innalillahi wa innailaihi rojiun…

Foto-foto Ikastara Balikpapan dengan Febi pada 10 hari sebelum kecelakaan terjadi bisa dilihat disini  :

http://picasaweb.google.com/andyarvianto/IKASTARABALIKPAPANLATGABTNI

17 thoughts on “DUKAKU UTK LETTU (PNB) FEBI FITRIAN, B.Eng

  1. Takdir Allah SWT telah menentukan bahwa salah satu putra terbaik Indonesia gugur.

    Saya sepakat dengan anda bahwa negara ini terlalu banyak diberati oleh permasalahn politik sehingga abai dengan ALUTSISTA!!! Negara ini bukannya tak memiliki uang tetapi uang yang ada digeragoti oleh anaknya sendiri semacam kasus BLBI.

    Sebagai TNI, kita tak menuntut bahwa TNI-AU harus punya F-22 Raptor, tetapi paling tidak pesawat-pesawat AU harus berusia muda.

  2. Salam kenal pak Daryatmo..

    Terima kasih atas atensinya.

    Dulu saya termasuk orang yang tidak lulus Ujian utk masuk NDA Jepang. Hanya 7 orang yg lulus kala itu. Febi adalah salah satunya. Memang dia adalah salah satu orang terbaik di Indonesia.

  3. Turut berduka cita yang mendalam atas musibah jatuhnya pesawat TNI AU yang membawa dukacita yang mendalam untuk seluruh korban. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberi kekuatan dan ketabahan dari TUHAN YME………….Mas Andi, turut berempati untuk seorang sahabat terdekat Mas Andi, semoga Almarhum mendapat tempat yang layak di Sorga sesuai dengan amal ibadahnya selama ini, Amien.

  4. Turut berduka cita sedalam dalamnya atas musibah ini. Doa saya bagi keluarga dan handai taulan yang ditinggalkan.

    Barangkali sudah waktunya kesadaran akan pentingnya alutsista yang baik disebar luaskan, ditingkatkan, digalakkan serta dicarikan solusinya.

    Salam!

  5. salam kenal mas andyarvianto.
    saya adalah salah satu mantan anak buahnya Lettu Pnb Febi Fitrian. saya mengenal almarhum pada waktu kami sekolah bareng di Bogor. Pada waktu itu saya sebagai seorang prajurit TNI AU yg berpangkat sersan dua melanjuti sekolah kejuruan saya dari selesai pendidikan pertama bintara di solo. hari pertama kami menginjakan kaki di kota hujan, hari2 pun kami jalani sebagai mananya seorang prajurit baru digembleng. setelah masa orientasi pun selesai, kami pun terbagi sesuai dengan surat perintah Kasau. ada yang terbagi dalam korps ADM (Administrasi), dan koprs SUS (Khusus). korps SUS sendiri ada macam2, ada hukum, intel, PDE, dan masih ada lagi. saya pun termasuk dalam keluarga besar kops PDE (Pengolahan Data Elektronik). saya mengenal almarhum Lettu Pnb Febi Fitrian pada waktu itu masih berpangkat Letda Sus Febi Fitrian. beliau aslinya korps PDE. tp waktu itu sore sekitar pukul 16.00 wib kami kumpul bareng bersama almarhum bersama 2 rekannya yg lain, letda sus rizan fadli dan letda sus suhara. kami diberi wejangan2 atau pun santiaji2 dan doktrin2 TNI AU. setelah diberi bekal untuk penempatan nanatinya di kesatuan, kami pun dikagetkan dengan kata2 almarhum utk pamit dari keluarga besar korps PDE krn beliau mendapat kepercayaan dari pimpinan utk melanjutkan pendidikan SEKBANG. kami terdiam sejenak. setelah ngobrol2 banyak waktu sudah menunjukan 18.00 wib dimana kami harus makan mlm. selesai makan malam saya pun bergegaske kamar dan rekan2 saya yang lain. kami pun sharing sebagai mana hari2 yang kmai lakukan. diantara sharing kami, kami membicarakan percakapan kami dengan almarhum, kami merasa bangga, karena salah satu bagian dari keluarga kami diberi kepercayaan utk mengikuti sekolah penerbang. kami pun juga tak ragu krn beliau adalah seorang yg luar biasa pintarnya, beliau pada waktu itu memperkenalkan kpd kami , kalau beliau lulusan dari beasiswa jepang. masih bnyk yg ingin saya ceritakan kenangan bersama beliau, tp saya rasa tak mungkin utk diceritakan semuanya, krn terlalu banyak kenangan yang sangat menyenangkan bersama beliau.
    Selamat Jalan Lettu Pnb Febi Fitrian, Engaku adalah Putra Terbaik Yang dimiliki TNI AU. dan
    Semoga Keluarga yang ditinggalkan mendapat kekuatan iman percaya kepada Tuhan Yang Maha Esa. Percaya bahwa semua dibalik peristiwa ini, pasti ada rencana yang terindah yang Tuhan berikan buat keluarga. Karena tidak ada rancangan kecelakaan yang Tuhan berikan, melainkan rancangan keslamatan menuju Damai Sejahtera
    Amin. GOD BLESS Febi Familly’s

  6. Turut berduka cita, semoga almarhum diterima disisi-Nya sesuai dengan amalnya dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan kekuatan lahir bathin.

    Saya juga prihatin pak .. saya pernah baca di majalah TIME bahwa anggaran pertahanan RI paling rendah di negara ASEAN. Benar² menyesakan dada pak. Koq bisa .. negara terluas di ASEAN anggaran pertahanan-nya rendah banget.

    Anehnya .. jika anggaran dinaikkan .. orang² pada ribut. Takut negara dikuasai militer . Saya sedih dengan ‘gangguan’ semacam itu. Saya kawatir, ada grand strategy dibalik pemangkasan anggaran tersebut pak.

    Mudah²an kejadian musibah seperti yang dialami teman kita itu menjadi pelajaran berarti buat bangsa ini. Tidak hanya untuk kemudian dilupakan.

    Salam kenal pak .. saya juga di Balikpapan.

  7. andi, tak kuat rasanya membendung air mata ini, tak tau lagi bagaimana harus membagi duka hati ini kehilangan pebhol. Ijinkan gw berbagi cerita terakhir tentang Phebol di blog elo.

    sehari sebelum kejadian rabu sore sekitar jam 5 tiba tiba ada telpon dari nomor yang tak gw kenal. Walaupun ngakunya dari petugas KUA yang mau konfirmasi tentang pernikahan kedua gw (seperti biasa jailnya Phebol) tapi gw kenal pasti suaranya pebhol itu, Sudah hampir 6 bulan memang kami tak berkomunikasi secara langsung selain lewat frienster 2 minggu yang lalu. Pebhol dan gw sempat saling mengisi comment di fs.
    Kangen memang ingin ketemu pebhol, tapi rasa kangen itu terobati saat pebhol menelpon sore itu. Seperti biasa kami ngobrol haha hihi bahas yang gak penting, saling ledek, dan terakhir kami ngobrol serius tentang keluarga dan anak-anak. Phebol n gw bercita-cita mau ngajak anak-anak kalo udah besar liburan naik pesawat Phebol, gw sempet ngeledek Phebol soal nama anaknya Cassa, “Untung lo fanatiknya sama pesawat doang Bhol, coba kalo fanatik sama kesatuan, anak lo bisa-bisa dinamain Walet lagi” Phebol pun tertawa.
    Tak cukup rasanya ngobrol ditelpon dan akhirnya kami memutuskan untuk saling ketemu tapi karena ada kerjaan yang gak bisa ditinggalkan tanya Phebol sampe kapan di Jakarta n kalo gak ketemunya besok (Kamis, 26 Jun), phebol bilang “Nu, gw gak tau sampe kapan, tapi besok gw ada penerbangan kalo gw dapet ijin kita ketemu sore ya”. Terakhir percakapan di telpon, gw minta pebhol mengajakku terbang, “Mumpung di jakarta, ajak gw terbang napa bol” tapi pebhol tak mengiyakan dia bilang “Jangan deh nu, jangan sekarang tar aja kalo lo ke malang”.
    Kamis siang gw coba sms pebhol tapi tak dibales, hp tidak aktif sampe akhirnya sore hari sambil menunggu di kantor ada sms masuk, dugaan gw salah ternyata sms itu bukan dari Pebhol. SMS itu dari Acay yang mengabari pesawat Phebol hilang (Sebelumnya Acay gw kabari kalo Phebol ada Di Jakarta, dan janjian ketemuan pas Munas Ikastara). Tak beraturan lagi perasaan gw saat itu, mencoba percaya bahwa itu bukan Phebol tapi semua berita tak mendukung gw untuk percaya kalo itu bukan Phebol. Sampai berita terakhir aku yakin phebol masih bisa survive dengan ilmu ninja/samurai di Jepang (gak tau knp gw kok ngayalnya sampe kesana).
    Tapi tampaknya Allah berkehendak lain, gw hanya bisa menitikkan air mata, ternyata hari itu adalah hari terakhir gw mendengar suara Phebol.

    Bhol…Walaupun beberapa teman TN6 mengajak gw ke Halim untuk ketemu elu terakhir kali, tapi gw gak bisa Bhol, gw takut tak bisa menahan emosi ini, gw gak bisa ketemu elo tanpa becanda dan ketawa.

    Selamat Jalan Phebol, Slamat jalan Karige Kun…. Maaf gw gak bisa ketemu Rabu itu, Maaf atas pembicaraan kita tentang pesawat tua itu…..

    Thanks to Andy untuk bisa mencurahkan perasaan ini.

  8. Beruntung buat Pebhol, dia diperkenankan oleh-Nya bertemu/bersapa dengan beberapa sahabatnya sebelum dipanggil kehadirat-Nya. Gua masih blum percaya kalo gua, pebhol, innu batal bertemu untuk makan siang hari sabtu kmaren. Walopun akhirnya hanya bertemu peti jenazah dengan jasad tak bernyawa..
    hiks..hiks..hiks..

    Selamat Jalan Sahabat..

  9. Buat beta:
    Bet, Pebhol bilang 2 bulan. Ataukah yang dia tunjukan ke aku adalah photo saat Aishel 2 bulan yahh? Aku juga ga begitu tahu.

  10. Turut berduka cita juga….Semuanya sudah rencana Tuhan… Jangan menyalahkan keadaan tapi kita harus berjuang menghadapi keadaan ini.. supaya yang pergi tidak sia2.. kehilangan kawan sangat menyedihkan.. tapi yang paling menyedihkan.. ibu pertiwi kehilangan.. putra terbaiknya.. tetaplah.. berjuanglah… teman….

  11. Turut berduka cita… Semoga segala pengorbanan mas Febi tergantikan dengan surga. Saya hidup dilingkungan penerbang. Ayah saya pegang PUMA sebagai instructur di Jupiter. Setiap kali ayah saya terbang, apalagi terbang malam dengan kondisi cuaca sangat buruk, yang dipertaruhkan tentu saja tidak hanya nyawanya tapi keluarga juga. Ibunda tak henti berdoa dan bertasbih ketika sang pahlawan keluarga sedang mempertaruhkan nyawanya di negri awan. Meskipun begitu, Ibu selalu pintar menyembunyikan kegundahan dan kegalauannya didepan kami (anak-anaknya). Tuhan… Sangat luar biasa rencanaMu.
    Perjuangan mas Febi tak sendiri, keluarga mas Febi juga turut berjuang, berjuang dengan perasaan.
    Kadang saya sendiri miris ketika diajak Ayah saya melihat pesawat-pesawat latih di Adisutjipto, tampak rapuh. Tapi saya nggak tau mesti treak kepada siapa, INI PESAWAT APA GROBAK???? secara anak didik ayah saya sudah ada yang kecelakaan dan meninggal (tragedi pesawat jatuh di Malang) ketika itu Ayah saya terlihat frustasi. Bagaimana lagi? Beliau cuma tenaga didik rendahan di institusi yang terlihat sangat “mentereng” namun pada dasarnya sangat rapuh.
    Apa yang harus dibenahi??? siapa yang harus membenahi??? kapan harus dibenahi???berapa banyak lagi yang harus dikorbankan???
    Saya yg bekerja dilingkungan media juga bingung harus bersuara apa, harus menyampaikan amanat apa??? dan APA YANG BISA SAYA PERBUAT…

    Kepada segenap keluarga besar mas Febi (termasuk rekans) Banyak harapan dan mimpi yang kita harus kita gapai. Semoga Febi-Febi lain akan terlahirkan di Indonesia, seperti Aishel yang merupakan harapan dan doa yang harus dijaga.

  12. Bang.. makasih buat postingannya..
    paling nggak, adik-adik Bang Feby jadi lebih mengenal siapa abang kelas yang sudah berkorban nyawa demi Ibu Pertiwi..

    Saya jadi teringat akan sumpah dan janji saya sebagai alumni… Bang Feby sepertinya sudah berhasil melaksanakan sumpah dan janji itu ya…

    Selamat jalan, Bang Feby..
    Terima kasih, Bang Andi..

  13. Aslmkum bro… Atas nama sahabat bang feby mengucapkan terimakasih atas attensinya… saya Kenal beliau sejak satu angkatan dibina dan ditempa menjadi penerbang TNI AU di Jogja.. Banyak cerita tentang beliau.
    Beliau orngnya baik banget ngajarin aku banyk hal termasuk komputer… salam kenal Armin Yusuf sahabat bang feby…wassalm.

Leave a Reply / Tinggalkan Pesan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s